oleh

Permenpan 36 Tahun 2018 Dianggap Ciderai Seluruh Tenaga Honorer Indonesia, FPHI Ajukan Judicial Review Ke MA

-Nasional-29.273 views

JAKARTA, berkeadilan.com – Ratusan Pegawai Honorer yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) berunjuk rasa di kantor Mahkamah Agung (MA) Jakarta. Mereka mengajukan gugatan judicial review Permenpan No.36 tahun 2018, tentang kriteria penetapan kebutuhan pegawai negeri sipil dan pelaksanaan seleksi CPNS.

“Ada kejanggalan didalam Permenpan 36 tahun 2018, kami akan mengajukan gugatan judicial review Undang Undang tentang pengangkatan Honorer menjadi CPNS ke Mahkamah Agung didampingi oleh Advokat Prof. Yusril Ihza Mahendra, supaya ada beberapa pasal yang akan dibatalkan dalam Permenpan tersebut,” kata Sekretaris FPHI M. Nur Rambe, Kamis (29/11)

Menurut Rambe, dalam Permenpan 36/2018, mulai usia 35 tahun itu boleh mendaftar menjadi PNS, dengan Permenpan tersebut kami merasa keberatan, kenapa diambil usia 35 tahun, itu yang tidak kami mengerti. Oleh karena itu, kata Rambe, Permenpan 35/2018 itu harus digugat supaya ada perubahan karena Permenpan itu sangat menciderai seluruh tenaga honorer Indonesia.

“Usia 10 tahun sebelum masa pensiun itu masih bisa diangkat menjadi CPNS, bahkan usia 1 tahun sebelum pensiun itu masih bisa diangkat menjadi CPNS,” paparnya

Rambe menjelaskan, selama ini kami menjadi tulang punggung negara untuk menggantikan dan mengisi kekosongan Pegawai Negeri Sipil, begitu ada rekrutmen CPNS mereka ambil dari pihak lain, itu yang menjadi masalah, kita yang bertugas tapi orang lain yang diambil tega amat pemerintah.

Ini spanduk yang mereka gelar : FPHI gugat Permenpan 36/2018 untuk kemerdekaan honorer 100%. Hak honorer hilang karena Permenpan 36/2018, Honorer menggugat #YusrilBelaHonorer

“Tidak ada kata lain, Permenpan 36/2018, harus kita gugat,” kata salah seorang pengunjuk rasa.

(rusdi)

Komentar

News Feed