oleh

PP Muhammadiyah Minta Ummat Tak Usah Gelar Aksi Bela Tauhid

-Polhukam-20.617 views

Berkeadilan.com – Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, H Abdul Mu’ti menilai bahwa persoalan kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid oleh kader Banser NU harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang ada di Indonesia.

“Bagi masyarakat yang berkeberatan dan melihat persoalan pembakaran sebagai tindak pidana penghinaan terhadap simbol agama, sebaiknya menyelesaikan melalui jalur hukum dan menghindarkan penggunaan kekuatan massa dan kekerasan,” kata Mu’ti dalam siaran persnya, Selasa (23/10/2018).

Ia pun mengingatkan kepada aparatur penegak hukum agar dapat menindaklanjuti kasus tersebut sampai tuntas tanpa pandang bulu.

“Kepada aparatur keamanan dan penegak hukum hendaknya menindaklanjuti dan menjalankan hukum sebagaimana mestinya,” imbau Muhammadiyah.

“Jangan melakukan pembiaran hanya karena ada dalih membela nasionalisme. Setiap kekerasan atau tindakan yang meresahkan publik harus dilakukan tindakan hukum,” sambungnya.

Terakhir, Mu’ti melalui surat resmi tersebut juga meminta agar umat Islam tidak terprovokasi dengan melakukan aksi-aksi unjuk rasa yang justru rentan menimbulkan perpecahan antar bangsa dan umat beragama.

“Sangat wajar apabila sebagian umat Islam marah terhadap aksi pembakaran kalimat Tauhid. Walaupun demikian, masyarakat khususnya umat Islam tidak perlu menanggapi persoalan pembakaran bendera secara berlebihan,” tuturnya.

Baginya, justru aksi-aksi tandingan dengan dalih apapun akan membuat potensi perpecahan semakin meruncing.

“Aksi massa tandingan dan kemarahan yang berlebih berpotensi menciptakan perpecahan dan keksiruhan yang berdampak pada rusaknya persatuan umat dan bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mu’ti pun mengingatkan kepada seluruh pihak agar kasus semacam ini menjadi pembelajaran yang berharga agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Tapi, kejadian tersebut harus menjadi bahan muhasabah agar tidak terjadi lagi dengan alasan apapun,’ tutupnya.

Komentar

News Feed