oleh

GEPUK Minta Polisi Ungkap Dibalik Kasus Berita Hoax Ratna Sarumpaet.

-Polhukam-18.132 views

Jakarta, berkeadilan.com – Kasus penganiayaan terhadap aktivis dan seniman Ratna Sarumpaet makin memanas. Pasalnya, penganiayaan ini ternyata bohong (hoax), nyatanya tidak terjadi penganiayaan terhadap Ratna. Kasus penganiayaan terhadap Ratna ini, mendapat tanggapan beragam. Kini puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda untuk Keadilan (GEPUK) berunjuk rasa di Bunderan Patung Kuda Jakarta. Jum’at, (05/10/18).

Dalam aksinya GEPUK meminta Kepolisian RI untuk segera mengungkap dalang dibalik kasus berita hoax Ratna Sarumpaet.

Koordinator aksi Sunandar menjelaskan, publik awalnya percaya dan bersimpati terhadap kasus penganiayaan terhadap Ratna, namun selang satu hari kebohongan Ratna dapat diungkap oleh pihak kepolisian. Hal ini diperjelas oleh pengakuan Ratna sendiri saat jumpa pers yang menyatakan bahwa kasus penganiayaan terhadap dirinya tidak benar terjadi, tetapi kebohongan yang tanpa sengaja diciptakan oleh Ratna Sarumpaet sendiri.

Tidak salah bila muncul asumsi bahwa kasus Ratna merupakan konspirasi politik dan skenario yang sengaja di desain, namun gagal di tengah jalan. “Kasus ini sudah terlanjur menggelinding ke publik dan menjadi bola liar yang sulit dijinakkan, apalagi saat ini sudah memasuki tahun politik sudah pasti akan dimanfaatkan oleh elit politik untuk digoreng menjadi isu politik”, ujar Sunandar.

“Tangkap dan adili penyebar hoax Ratna Sarumpaet. Usut secara tuntas konspirasi Ratna Sarumpaet. Usut dalang dibelakang Ratna Sarumpaet”, ini bunyi spanduk dan poster yang di bentangkan.

“Jika memang benar bahwa kasus ini adalah konspirasi politik kelompok tertentu, maka jangan sampai dibiarkan begitu saja, sebab ini jelas mengganggu konsentrasi publik dan memecah belah persaudaraan kebangsaan, jangan karena untuk kepentingan politik segala cara ditempuh untuk kepentingan syahwat”, tegasnya.

Sunandar menegaskan, kasus ini tidak bisa dibiarkan, kasus ini segera diusut secara tuntas, cari aktor dibalik kasus Ratna ini, penyebar hoax harus ditangkap dan diadili. “Jika tidak diadili, ini akan berpotensi merusak persatuan dan memecah belah persaudauraan kita, apalagi di tahun politik, ini tentu banyak sekali cara-cara kotor yang kerap dilakukan oleh elit politik tertentu”, pungkasnya.

(rusdi).

Komentar

News Feed