oleh

KPK Minta 2 Saksi Eddy Sidoro Tak Keluar Negeri

Berkeadilan.com – Dugaan suap pengurusan perkara PN Jakarta Pusat, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) meminta Dirjen Imigrasi mencegah 2 saksi terkait kasus suap tersangka Eddy Sidoro berpergian keluar negeri selama 6 bulan kedepan.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan kedua saksi tersebut adalah Dina Soraya dan Advokat Lucas. Pencegahan dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Keduanya diminta agar bersikap kooperatif lantaran tersangka Eddy Sidoro belum diketahui keberadaannya karena tersangka pernah dipanggil KPK guna penyelidikan tapi mangkir.

“Para saksi harus kooperatif dalam kasus ini, sebab KPK sangat perlu mendalami peran saksi dalam terkait keberadaan Eddy Sidoro di luar negeri,” katanya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (26/09/2018)

Dijelaskannya, jika ada upaya membantu proses pelarian tersangka, memiliki resiko pidana obstruction of justice yang diatur Pasal 21 UU Pemberantasan Tipikor.

“KPK memperingatkan pada semua pihak agar tidak melakukan perbuatan menyembunyikan atau membantu proses pelarian tersangka,” tegasnya.

Sebelumnya KPK telah mengumumkan Eddy sebagai tersangka sejak 23 Desember 2016. Eddy diduga memberi suap kepada panitera PN Jakpus, Edy Nasution, agar peninjauan kembali yang dia ajukan diterima.

KPK menjerat Eddy dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penetapan Eddy sebagai tersangka didasari pengembangan kasus pada operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada April 2016. Ketika itu Edy Nasution ditangkap bersama karyawan PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Aryanto Supeno. Keduanya sudah divonis bersalah oleh majelis hakim.

(erwin)

Komentar

News Feed