oleh

Demokrat Layangkan Surat Keberatan Kecurangan Paslon Jokowi-Ma’ruf

-Polhukam-19.960 views

Berkeadilan.com – Kepala Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi tentang Walk Out (WO) Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat acara deklarasi pemilu Pilpres 2019.

Dikatakan Ferdinand SBY meninggalkan lokasi deklarasi kampanye damai karena bersitegang dengan rombongan massa pendukung Jokowi-Ma’ruf yang ramai mengenakan atribut kampanye.

“SBY mengaku tak nyaman. sebab, KPU telah mengatur, dalam kampanye damai, para paslon dan pendukungnya tidak diperkenankan mengenakan atribut apa pun yang berhubungan dengan simbol pemenangan. KPU juga meminta masing-masing paslon tak membawa massa lebih dari 100 orang,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/09/2018)

Pada faktanya terbalik pasangan capres nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf banyak mengenakan atribut dan jumlahnya lebih dari 100 orang. Untuk itu, Demokrat telah melayangkan keberatan kepada KPU menunjukkan rasa protes.

“Demokrat tidak berniat melaporkan kejadian ini ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) atau kepolisian. Namun kami yakin masyarakat sudah bisa menilai tanpa tindakan lapor-melapor,” ungkapnya.

Ferdinand menegaskan dengan adanya dugaan kecurangan ini, bisa menghasilkan adanya untung-rugi bagi kedua kubu. Terutama kubu oposisi bisa rugi akibat akan munculnya suara, opini, dan pemberitaan atas tindakan kecurangan.

“Namun, soal untung dan rugi itu tidak bisa dilihat saat ini juga. Jadi kita lihat saja perkembangannya nanti,” tandasnya.

(erwin)

Komentar

News Feed