oleh

Potensi Isu SARA di Pemilu 2019, Karyono Ingatkan Rakyat Utamakan Persatuan

-Polhukam-18.114 views

JAKARTA, Berkeadilan.com – Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai isu SARA masih berpotensi terjadi di Pilpres dan Pileg 2019 nanti.

“Kelihatannya isu sara masih mewarnai pemilu 2019,” kata Karyono dalam diskusi publik oleh Aliansi Aktivis Muslim Nusantara dengan tema “Pemilu Damai Tanpa SARA: Demokrasi 2019 Tanpa Caci Maki” di UP2YU Resto & Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Dalam menyikapi pemilu 2019, pengamat politik senior ini mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

“Saya mengingatkan kembali pesan Bung Karno dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945, dia mengatakan bahwa negara yang akan didirikan bukan untuk satu golongan, satu suku, orang per orang tapi negara untuk semua. Ini harus bisa menginspirasi kita sebagai generasi penerus bangsa ,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa pada hakekatnya, Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih calon presiden, calon wakil presiden, calon anggota DPR/DPRD dan DPD. Karenanya, Pemilu hanyalah instrumen demokrasi yang harus disikapi dengan arif tanpa harus menggunakan isu SARA yang dapat menimbulkan segregasi antar golongan masyarakat. Penggunaan politik identutas seperti SARA bisa memecah-belah persatuan.

“Pemilu hanya salah satu instrumen demokrasi. Pilihan boleh beda tetapi jangan sampai perbedaan itu menghancurkan tatanan sosial apalagi persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Karyono menegaskan , siapapun yang akan terpilih di Pilpres 2019 nanti adalah kader-kader terbaik bangsa yang mendapatkan amanat rakyat untuk memimpin negara dan mengelola pemerintahan.

“Saat ini hanya ada dua pilihan, tinggal menilai dan menimbang dari sejumlah aspek personalitas, rekam jejak dan program kerja dari masing-masing pasangan capres,” terang Karyono.

Karyono juga mengimbau kepada seluruh elemen peserta pemilu dan penyelenggara pemilu harus tunduk kepada peraturan perundang-undangan.

“Semua kontestan dan penyelanggara pemilunya harus mentaati peraturan dan undang-undang agar pemilu berlangsung damai dan demokrasi berjalan on the track,” tukasnya.

Terakhir, ia juga meminta agar seluruh bangsa Indonesia tidak lagi terpecah-belah hanya karena perbedaan pilihan dan pandangan politik. Karena baginya, tugas besar bangsa Indonesia saat ini adalah bagaimana menjaga agar Indonesia tetap ada dan utuh.

“Pesan saya, pendiri bangsa ini mendirikan Indonesia dengan penuh pengorbanan. Para pejuang kemerdekaan mengorbankan jiwa dan raganya. Jadi tugas kita untuk menjaganya,” tutupnya.

Komentar

News Feed