oleh

Peduli Rupiah, BEM SI Tuntut Pemerintah Perbaiki Perekonomian Nasional

-Ekonomi-12.706 views

Berkeadilan.com – Hari ini Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jabodetabek-Banten akan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kementerian Keuangan RI.

Dalam aksinya itu, massa akan menyampaikan sikap protesnya terhadap melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, apalagi dari bulan Februari yang semula dolar senilai Rp13.000 per USD, per September ini sudah menyentuh angka Rp15.000 per USD.

Kondisi ini menirut mereka berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat kecil, salah satunya karena melambungnya beberapa harga kebutuhan pokok.

“Ini tentunya akan menimbulkan banyak problematika. Meningkatnya harga barang pokok sehingga menyebabkan turunnya daya beli masyarakat, melemahnya daya saing produk Indonesia baik domestik maupun ekspor,” kata koordinator BEM SI Jabodetabek-Banten, Muhammad Wildan Habibi dalam keterangannya, Jumat (14/9/2018).

Untuk itu, Wildan yang juga Presiden Mahasiswa BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu mendesak kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan agar segera menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika itu.

“Mendesak pemerintah agar tetap menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah melemahnya nilai tukar rupiah tanpa harus mengintimidasi produk produk lokal untuk bersaing di dalam pasar nasional,” tegasnya.

Kemudian ia juga meminta agar pemerintah Indonesia mempermudah akses permodalan usaha bagi masyarakat kecil dengan suku bunga rendah. Hal ini dinilainya akan membantu akses perekonomian masyarakat luas.

“Menekan pemerintah untuk mempermudah akses peminjaman usaha dengan menjaga suku bunga kredit yang rendah,” tuntutnya.

“Mendesak pemerintah untuk mengakomodir produk lokal agar lebih dikenal oleh masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Wildan juga menuntut kepada pemerintah pusat segera memperluas jaringan akses ekspor untuk meningkatkan ekonomi Indonesia.

“Mendorong pemerintah untuk memperluas ekspor dengan mencari pasar alternatif ekspor dan mengurangi impor,” tegas Wildan.

“Menekankan pemerintah supaya mempermudah sistem bongkar muat di pelabuhan yang akan berdampak mudah nya system ekspor dalam negeri ke luar negeri,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wildan juga mengajak kepada masyarakat luas untuk ikut memperbaiki perekonomian Indonesia dengan tetap membeli produk-produk dalam negeri.

“Menghimbau masyarakat agar meningkatkan penggunaan produk lokal dan mengurangi konsumsi produk asing,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menukar uang mereka tersebut ke dolar amerika.

“Mengajak masyarakat untuk tidak menukarkan rupiah ke dolar dan memperbanyak transaksi dengan rupiah agar nilai rupiah menguat dan menukarkan dollar-nya, agar devisa dollar terus terjaga di dalam negeri akan kondisi rupiah kembali membaik,” tutupnya.

(red)

Komentar

News Feed