oleh

BEM Jangan Hanya Akomodir Kepentingan Kelompok Oposisi

-Polhukam-18.432 views

Berkeadilan.com – Koordinator Daerah (Korda) BEM Nasoinalis Jabodetabek, Tukul Widiatmo menilai bahwa rencana aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah kelompok Mahasiswa hari ini lebih condong untuk mengakomodir kepentingan kelompok oposisi penantang petahana di Pilpres 2019.

Hal ini dilihatnya dari beberapa isu yang diangkat. Tukul mensinyalir isu mereka cenderung settingan.

“Dilihat dari isu yang diangkat, aksi-aksi ini by design. Meski seolah menggabarkan suasana aktual saat ini, tapi dipaksakan ketika mengkritisi persoalan yang terjadi, kemudian lompat pada tuntutan turunkan presiden,. Dalam situasi tahun politik menjelang Pilpres, aksi-aksi ini dapat dibaca sebagai aksi pesanan pihak yang ingin menciderai kredibilitas Presiden sebagai petahana. Aksi ini sangat partisan,” kata Tukul dalam keterangannya di Jakarta, Jum’at (14/9/2018).

Beberapa isu yang disorotinya adalah terkait dengan meroketnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Dikatakan Tukul, saat ini pemerintah Indonesia tengah melakukan upaya keras untuk menstabilkan rupiah meskipun ia menilai pengaruh dolar terjadi secara global.

“Sehingga menjadi aneh ketika rupiah sudah mulai stabil, tetapi tetap dijadikan isu dalam aksi-aksi itu. Ini cukup menggelikan. Seolah aksi ini hanya ingin menyampakan hal-hal negatif tentang pemerintah, tanpa mempedulikan hal-hal positif yang telah dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Maka dari itu, Tukul menilai aksi Mahasiswa dari sahabat-sahabat BEM hari ini lebih terlihat bagaimana mengakomodir kepentingan suara oposisi dibandingkan bagaimana ikut memberikan solusi terhadap masalah bangsa dan negara.

“Aksi-aksi ini cenderung subyektif untuk menghakimi pemerintah, bukan solusi atas permasalahan yang terjadi,” tegasnya.

Terakhir, Tukul menilai desakan agar Presiden Joko Widodo melepaskan tahtanya dapat dilakukan melalui mekanisme voting di Pemungutan Suara Pilpres 2019, bukan melalui parlemen jalanan.

J”adi bersabarlah. Dan untuk mahasiswa lain, tidak perlu ikut-ikutan. Ini sudah ada indikasi perang global dengan pintu masuk sektor ekonomi. Mari bersatu untuk sama-sama menghadapi serangan dari luar yang ingin melemahkan Indonesia. Jangan menjadi kaki tangan kepentingan asing dengan melemahkan pemerintahan sendiri,” tutupnya.

(**)

Komentar

News Feed