oleh

BIMA : Kritikan Kepada Anies Sudah Tidak Obyektif

Sekjen BIMA, Syarief Hidayatullah membela Gubernur Anies dari kritik yang tidak obyektif

Jakarta – Ketua Fraksi PDI PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono dan Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta, Bestari Barus mengkritik  Anies terkait dipulangkannya atlet Jepang gara-gara menikmati prostitusi di sela-sela perhelatan Asian Games. Gembong dan Barus kompak menilai Anies gagal mengatasi prostitusi di Jakarta dan janji Anies saat kampanye untuk melawan prostitusi di DKI Jakarta hanya bualan belaka. Tak terima dengan kritikan itu, Barisan Insan Muda (BIMA), organ relawan pendukung Anies – Sandi, membela Anies.

Sekjen Barisan Insan Muda (BIMA) Syarief Hidayatullah menilai, kritikan yang dialamatkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sudah tidak obyekitf lagi. “Kritikan itu tidak obyektif, cenderung tendensius dan seolah masih belum bisa move on dari kekalahan Pilgub, sehingga ada kesan, apapun keburukan yang terjadi di Jakarta, merupakan kesalahan Anies Baswedan,” kata Anies kepada berkeadilan.com, Kamis (23/8).

Terkait soal prostitusi, lanjut Syarief, Gubernur Anies sudah menunjukkan itikad baik pemerintah DKI Jakarta untuk memberantas prostitusi, dengan menutup Alexis, sesuai janji kampanye dulu. Kebijakan lainnya juga dikeluarkan Gubernur DKI untuk mempersempit praktek penyakit sosial ini dengan menutup hiburan malam yang dinilai melakukan pelanggaran, baik menyediakan narkoba maupun PSK.

“Kalau kemudian ada orang yang menikmati prostitusi, itu bukan tanggung jawab gubernur lagi. Itu sudah urusan privat. Apalagi sekarang era teknologi, praktek prostitusi bisa dijalankan secara online, masak Gubernur harus ngawasi satu persatu perilaku warganya?,” tanya Syarief, Caleg Partai Perindo nomor 1 Dapil 8 untuk  DPRD DKI Jakarta.

Tambahnya, apalagi jika kritikan itu dikaitkan dengan pemulangan 4 atlet Jepang. Itu urusan Jepang sendiri karena menganggap atletnya indisipliner. Jangan disalahkan seolah-olah Gubernur DKI memfasilitasi adanya prostitusi selama Asian Games. “Lagian anggota DPR itu seperti tidak tahu saja, di Jakarta itu mau cari apa saja juga ada, tergantung niat masing-masing saja,” cetusnya.

Dia menyayangkan kalau politisi oposisi hanya umbar komentar tanpa argumen yang jelas, sehingga kesan yang muncul kritik itu didasari kebencian terhadap Anies. “Sebagai anggota dewan, sebaiknya menyampaikan kritikan kepada masyarakat dengan data-data, bukan asal kritik saja. Apalagi soal pemberantasan prostitusi tidak hanya tanggung jawab gubernur, tetapi juga stake holder lain, termasuk DPRD DKI Jakarta. Ayolah move on ! Mari bersama-sama membuat Jakarta lebih baik. Jangan hanya karena kalah kompetisi, kemudian ingin membalas dengan merusak semua. Yang jadi korban pada akhirnya masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya empat atlet Jepang di Asian Games 2018 menyewa pekerja seks komersial (PSK) setelah bertanding di arena Asian Games Jakarta dan dipulangkan oleh  kontingennya.

Lantas Ketua Fraksi PDI-P DRPD DKI Jakarta Gembong Warsono mengaitkannya ke Pemerintah Provinsi dengan menyebutkan impian Gubernur Anies Baswedan mewujudkan Jakarta sebagai kota syariah hanya retorika semata.

Gembong menuding pengawasan Pemprov DKI sangat lemah sehingga kecolongan atas kejadian itu. Bahkan Gubernur DKI Anies Baswedan pun disalahkan.

Senada dengan Gembong, Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus juga menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan inkonsisten dalam memberantas praktik prostitusi di Jakarta.

Bestari menganggap peristiwa pemulangan empat atlet bola basket putra asal Jepang karena diduga terlibat prostitusi disebabkan ketidakmampuan Anies dalam mengatasi masalah prostitusi. Dia menyebut kebijakan Anies yang selama ini ingin memberantas praktek prostitusi hanya ‘lip service’ belaka.

Kontingen Jepang sebelumnya telah memulangkan empat atletnya. Di sela-sela Asian Games 2018, keempat atlet tersebut kedapatan memesan wanita penghibur oleh seseorang yang bisa berbahasa Japan di kawasan Melawai Kebayoran Baru, di Jakarta.

PSK tersebut ‘digarap’ di sebuah hotel di daerah tak juah dari restoran Japan tempat makan malam para atlet Japan.

Dikutip dari AFP, keempat atlet basket yang dipulangkan ke Japan adalah Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura.  Demikian pernyataan resmi Japanese Olympic Committee.  (paman)

Komentar

News Feed