oleh

Korban Perkosaan Malah Dibui, Komnas Perempuan: Hakim Normatif!

-Polhukam-29.498 views

Jakarta – Remaja perempuan di Jambi, menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh kakaknya sendirinya. Ironinya, remaja itu malah dibui karena mengaborsi bayinya yang merupakan hasil pemerkosaan.

Menanggapi hal tersebut, Komnas Perempuan angkat bicara. Menurut Komnas Perempuan, hakim Pengadilan Negeri (PN) Muara Bulian, bersifat normatif dalam memutus perkara tersebut.

“Kami melihat bahwa putusan PN sama sekali tidak melihat perspektif korban. Hakim hanya melihat unsur pidananya, hakim berpikir normatif saja tapi tidak melihat latar belakang terdakwa sebagai korban,” ujar Komisioner Komnas Perempuan, Nahel, Kamis (2/8/2018).

Nahel mengatakan, harusnya hakim melihat penyebab remaja perempuan itu melakukan aborsi. Menurut Nahel, harusnya hakim menitikberatkan ke remaja tersebut sebagai korban pemerkosaan.

“Dia ini aborsi kan karena mengalami tekanan, dia ini korban,” ujarnya.

Komnas Perempuan juga akan mengajak mitranya di Jambi untuk mengawal kasus hukum ini. “Kami sedang komunikasi dengan mitra kami untuk pengawalan hukum, mungkin untuk bandingnya,” tuturnya.

Kasus ini terjadi pada September 2017. Sang kakak memperkosa adiknya hingga hamil. Saat memasuki usia kehamilan lima bulan, si adik mengurut-urut perutnya hingga keguguran. Janin itu dibungkus taplak meja dan dibuang keesokan harinya. Janin itu ditemukan warga dan polisi melacak kasus tersebut.

Kasus bergulir ke PN Muara Bulian, sang kakak divonis penjara 2 tahun penjara dengan pelatihan kerja 3 bulan dan adiknya dihukum 6 bulan penjara dengan pelatihan kerja 3 bulan.

Komentar

News Feed